Cerita Lutung Kasarung merupakan sebuah cerita yang berasal dari Jawa Barat.

Cerita ini mengisahkan perjalanan Sanghyang Guruminda ke bumi dalam wujud seekor lutung berekor panjang.

Walau berwujud seekor lutung namun ia berhasil menikahi Purbasari.

Berikut ini Wisataloka akan membahas Cerita Lutung Kasarung.

********

Dahulu hiduplah seorang raja yang bijaksana bernama Prabu Tapa Agung bersama tujuh orang putrinya yang cantik.

Kelima putri sang Prabu telah menikah, hanya tersisa dua orang di istana yaitu Purbararang dan Purbasari yang belum menikah.

Purbararang telah ditunangkan dengan Raden Indrajaya.

Beberapa hari terakhir, sang Prabu terlihat gelisah seperti sedang memikirkan masalah besar.

Ternyata Prabu sedang bingung menentukan penerus kerajaan.

Dalam hukum adat kerajaan harusnya pewaris utama adalah anak sulung, tetapi sifat Purbararang yang sombong dan licik membuat Prabu enggan memberikannya tahta.

Sedangkan, Purbasari adalah anak yang baik hati dan bijaksana.

Pada akhirnya, Prabu dan Permaisuri memutuskan untuk menyerahkan tahta kepada Purbasari.

Mendengar keputusan tersebut, Purbararang marah dan mengadukannya kepada Raden Indrajaya.

“Ayahanda tidak adil. Ia memilih Purbasari untuk menjadi Ratu, harusnya Dinda yang lebih pantas mendapatkannya,” kata Purbararang.

“Jelas ini tidak adil, kita tidak boleh membiarkannya,” sahut Raden Indrajaya.

Mereka pun berencana menyingkirkan Purbasari dengan bantuan seorang dukun, Ni Ronde.

Beberapa hari setelahnya tiba-tiba Putri Purbasari menderita penyakit aneh.

Tubuhnya dipenuhi bintik-bintik hitam dan terasa gatal.

Sang Prabu terkejut melihat kondisi anaknya.

Dengan hasutan Purbararang, akhirnya Prabu memutuskan mengasingkan Purbasari ke dalam hutan.

Semenjak itu, Purbasari tinggal seorang diri di tengah hutan dan mulai berteman dengan hewan-hewan di hutan.

Sewaktu sedang mencari buah, Purbasari bertemu dengan Lutung Kasarung.

Betapa terkejutnya ia karena Lutung tersebut bisa berbicara.

Setelah mendengar penjelasan Si Lutung adalah jelmaan Guruminda, mereka akhirnya berteman.

Suatu hari, si Lutung bersemedi untuk memohon kesembuhan Purbasari.

Doa itupun terkabul, terbentuk telaga kecil yang mengandung obat mujarab untuk penyakit Purbasari.

Dari berendam di telaga tersebut Purbasari akhirnya sembuh.

Suatu ketika utusan kerajaan menengok Purbasari di hutan dan terkejut melihat sang putri telah sembuh.

Ia pun membawa Purbasari kembali ke kerajaan.

Di Kerajaan Purbasari di tantang oleh kakaknya Purbararang menyelesaikan dua tantangan demi memperebutkan tahta.

Kedua tantangan tersebut antara lain lomba memasak dan lomba panjang-panjangan rambut.

Kedua tantangan tersebut dapat dimenangkan oleh Purbasari, tetapi Purbararang masih belum menyerah.

Ia mengajukan tantangan terakhir dimana jika Purbasari dapat mengalahkannya maka ia siap dihukum.

Perlombaan yang diajukan Purbararang adalah menunjukan seberapa tampan dan gagahnya calon suami dari kedua Putri.

Hal ini sempat mendapat penolakan dari Prabu, mengingat Purbasari belum bertunangan.

Tak disangka Purbasari menyanggupi tantangan tersebut.

Perlombaan dimulai, Purbararang memamerkan Raden Indrajaya, tentu semua masyarakat mengakui bahwa tunangan Purbararang memang tampan dan gagah.

Kemudian Purbasari membawa Lutung Kasarung ke arena perlombaan.

Hal itu membuat masyarakat terkejut dan bahkan mendapat hinaan dari Purbararang.

“Hah, Apakah tidak ada calon suami yang bisa lebih jelek dari Lutung itu?” kata Purbararang penuh ejekan.

Hinaan dari Purbararang membuat si Lutung geram, dan akhirnya ia memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk mengembalikan wujud aslinya.

Tak lama berselang Lutung Kasarung berubah menjadi Guruminda yang sangat tampan dan gagah melebihi Raden Indrajaya.

Semua orang amat terpesona dan akhirnya tantangan terakhir dimenangkan oleh Purbasari.

Sementara itu, atas kekalahannya Purbararang dan tunangannya di hukum pancung.

Kerajaan Daha pun di pimpin oleh Ratu Purbasari yang arif dan bijaksana dan menjadi kerajaan makmur.

Demikian akhir cerita Lutung Kasarung yang penuh lika-liku. Nilai kehidupan yang bisa diambil adalah kejahatan akan selalu dikalahkan oleh kebaikan.